SMA Negeri 1 Jakarta

SMA Negeri 1 Jakarta - BOEDOET



Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jakarta atau dikenal juga dengan nama Boedoet 7 yang berada di bilangan Sawah Besar, Jakarta Pusat

Sejarah

SMA Negeri 1 Jakarta menempati gedung di Jl. Budi Utomo No. 7 yang diperkirakan sudah didirikan sejak tahun 1889 yang pada waktu itu dipakai oleh PHS (Prins Hendrick School). Sebelum tahun 1945 di Jakarta sudah berdiri Sekolah Menengah Tinggi (SMT) yang menempati gedung Kanisius di Jl. Cikini Raya. Sekolah inilah yang merupakan embrio dari SMAN 1 Jakarta. Tanggal 13 Maret 1946 di bentuk sekolah Pemerintah yang pertama, yang mula-mula masih menggunakan nama SMT, lalu di ubah menjadi SMOA (Sekolah Menengah Oemoem Atas) yang menempati gedung PSKD di Jl. Diponogoro. SMOA kemudian berganti nama menjadi SMA yang pada waktu itu dikenal dengan sebutan SMA RI atau SMA Kiblik, Tahun 1947 akibat adanya Agresi Belanda sekolah ini dibubarkan, akan tetapi kegiatan belajar mengajar di lanjutkan di rumah-rumah para guru, antara lain di rumah Bapak Adam Bachtiar (Direktur) di Jl. Gondangdia Lama No. 22, rumah Bapak Wagendorp di Jl. Sawo No. 12 dan juga di rumah Ny. Dr. Susilo di Jl. Proklamasi No. 12. Keadaan ini terus berlangsung sampai penyerahan kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia dari pihak Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1947 Pada awal tahun 1950 SMA Kiblik tersebut bergabung kembali tempat belajarnya dengan menempati gedung di Jl. Budi Utomo No. 7 sampai sekarang, Tercatat beberapa kali perubahan nama dari SMA Kiblik sebelum berubah menjadi SMAN 1 Jakarta. SMA Kiblik diganti menjadi SMA 1-A dan SMA 1-B, kemudian berubah nama menjadi SMA 1 ABC pada tahun 1962. Berubah nama menjadi SMA Negeri 1 pada tahun 1964 dan atas keputusan Pemerintah, belum lama ini SMAN 1 berubah nama menjadi SMU 1 Jakarta. Hal ini juga terjadi pada SMAN lainnya di Jakarta.

Fasilitas

 
Ruang kelas SMAN 1 Jakarta


 
Lapangan
  • Kelas ber-AC
  • Masjid
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Wakil Kepala Sekolah
  • Ruang Guru
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang BP
  • Ruang Koperasi
  • Ruang Kurikulum
  • Perpustakaan
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Fisika
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Bahasa
  • Ruang Audio-Visual
  • Auditorium
  • Sekretariat OSIS
  • Sekretariat Paskibra
  • Sekretariat PMR (UKS)
  • Sekretariat Palasi (Pecinta Alam)
  • Sekretariat Rohis
  • Sekretariat Drama (Dts)
  • Sekretariat One Graph (Fotografi)
  • Sekretariat Kir (Kelompok Ilmiah Remaja)
  • Wall Climbing
  • Lapangan Olah Raga (Basket/Futsal dan Volli)
  • Kantin
  • Koperasi
  • Toilet


Ekstrakurikuler

SRI 1/Rohis One (Seksi Rohani Islam)

Seksi Rohani Islam SMAN 1(SRI 1/Rohis One) Jakarta adalah salah satu organisasi keagamaan, yang aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Idul Adha,Isra Mi'raj,Maulid Nabi,Do'a bersama,Zakat Fitrah,Bakti Sosial,Pesantren Kilat Kajian rutin Tahsin,Tafsir dan Imtaq kelas tiap hari Jumat. di dalam rohis juga ada kegiatan-kegiatan seperti Bimbingan Belajar Al-Quran,Marawis,Nasyid,Tetris(Teater Rohis),dan Robo Cup(Rohis Boedoet Cup).Rohis One juga aktif dalam kegiatan-kegiatan Eksternal antar Rohis sekolah lain seperti KAPMI,Iqro Club Cup,dll

SRKP (Seksi Rohani Kristen Protestan)

Seksi Rohani Katolik

SUANSA (Suara Anak Satu/Paduan Suara)

Paduan suara SMA Negeri 1 Jakarta ini lahir di Boedoet pada tanggal 13 Maret 1998. SUANSA merupakan organisasi yang berkecimpung dalam dunia SENI suara. SUANSA adalah salah satu pionir kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Jakarta. SUANSA juga merupakan ekstrakurikuler yang paling sering mengikuti tiap acara yang di adakan oleh Sekolah, acara sekolah maupun di luar sekolah.

DTS (Dapur Teater Satu)

Lahir di Boedoet pada tanggal 31 Maret 1986. DTS merupakan organisasi yang berkecimpung dalam dunia seni peran. Teater adalah kehidupan, tampil di pentas adalah kejayaan.

Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera)

Paskibra berdiri pada tanggal 22 September 1986. Adalah salah satu pionir kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Jakarta.

Rescue 2981 (PMR)

Palang Merah Remaja atau PMR, ekstrakurikuler yang berdiri pada 29 September 1981 adalah ekstrakurikuler yang paling sering mengikuti tiap acara yang di adakan oleh Sekolah dan acara sekolah sebagai tim kesehatan.Selain diajarkan tentang kepalang merahan, juga diajarkan tentang evakuasi korban dari berbagai medan;lumpur,tebing, dan sungai

One Graph (Fotografi)

One Graph atau biasa disebut OG adalah ekskul fotografi yang telah berdiri sejak tahun 1989 dengan Andrianto Gunawan sebagai Ketua Umum pertama,kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh One Graph diantaranya adalah Hunting Besar,Pameran dan Studio Foto tahunan. One Graph juga merupakan salah satu ekskul yang paling sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah sebagai tim Dokumentasi,dan One Graph juga kerap kali turut serta dan meraih prestasi dalam kejuaraan-kejuaraan Fotografi(Rally Photo) antar pelajar.

PALASI (Pecinta Alam SMA 1)

PALASI memiliki arti "Pencinta Alam Siswa SMA 1". Merupakan salah satu ekstrakuriler pionir di SMA 1 Jakarta. PALASI berdiri pada tanggal 20 Januari 1980. TNGP atau Taman Nasional Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Salak menjadi tempat yang paling sering dikunjungi untuk pelaksanaan Pendidikan Dasar (DIKSAR) atau sekedar mengisi liburan bagi anggota-anggotanya yang kini berjumlah sekitar 900 orang.

Basket

Ekstrakulikuler ini baru berdiri pada tahun 2005. Pada tahun 2011 Ekstrakulikuler ini menjadi juara kedua di turnamen yang diadakan oleh SMA Negeri 1 Jakarta yaitu STOVIA Cup 2012 .

Bulu Tangkis

Futsal / Sepakbola ( FC Boedoet )

Berdiri pada tanggal 27 April 2005. eskul ini memiliki banyak prestasi sampai saat ini dan telah menyelenggarakan kejuaraan Futsal antar pelajar dengan nama Boedoet Cup

Science Club 1 (KIR)

Merupakan ekskul tertua kedua, yang berdiri sejak tanggal 21 Maret 1980. Hingga kini, tidak sedikit prestasi yang dicapai, terakhir kali mendapat peringkat tiga nasional di Kontes Inovator Muda oleh Nael Huda Qonita. KIR dari tahun ke tahun selalu melahirkan bakat-bakat muda di bidang karya tulis sehingga sering dikirim oleh sekolah untuk mengikuti lomba-lomba penelitian dan panelis.

B'ONE Dancer (Dance)

TRADASA (Tari Tradisional Satu)

MASSA (Musisi Anak SMAN Satu)

Tae Kwon Do

Ekstrakulikuler ini baru berdiri pada tahun 2004, namun sampai sekarang telah banyak meraih prestasi yang cukup membanggakan. Tahun 2008 Ekstrakulikuler ini telah mengadakan invitasi antar SMA dengan cakupan seluruh DKI, dan memiliki kredibilitas yang baik dimata peserta, wasit dan lain lain.

Pesilat Satu (Pencak Silat SMAN 1 Jakarta)

Ekstrakulikuler ini telah berdiri pada tahun 80-an tetapi sempat vacum sekian lama dan didirikan kembali pada tahun 2006 oleh angkatan tahun 2007 dengan Firman Iskandar sebagai Ketua Umum pertama. Pesilat Satu menganut aliran Pencak Silat Tiga Berantai dan sudah resmi menjadi cabang dari perguruan tersebut.Pesilat Satu sering melakukan penampilan-penampilan Pada acara Penerimaan Siswa Baru SMAN1, HUT SMAN1, Hari Pendidikan Nasional, O2SN, Kejuaraan-kejuaraan antar pelajar dll.

Judo

eskul judo berdiri pada tahun 2004 dan masih ada kerjasama dengan club judo trisakti. prestasi yang dimiliki dari tahun ke tahun terakhir kali prestasi di tahun 2009 seorang siswa SMAN 1 bernama ananda mendapat juara 2 dan melanjutkan pertandingan ke jepang

Karate

Ekskul ini memiliki prestasi yang sangat membanggakan yaitu juara 1 Karate International di Belanda atas nama Angger Sanyoto (2008)

Komunitas SMA Negeri 1 Jakarta

Logo ikaboedoet.jpg
Sejak resmi berdiri sekitar tahun 1950an, SMAN 1 Jakarta telah melahirkan ratusan ribu alumni yang tersebar diberbagai penjuru dunia. Komunitas SMA Negeri 1 Jakarta adalah suatu bentuk ikatan bernama IKABOEDOET yang secara informal menyatukan keluarga besar SMAN 1 Jakarta.

Alumni Ternama dari Boedoet



Read Users' Comments ( 0 )

Sejarah Budi Utomo

Budi Utomo (ejaan Soewandi: Boedi Oetomo) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan
mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.
Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Budi Utomo

Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.
Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

  Perkembangan

Budi Utomo mengalami fase perkembangan penting saat kepemimpinan Pangeran Noto Dirodjo. Saat itu, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat properjuangan bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata "politik" ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruhnyalah pengertian mengenai "tanah air Indonesia" makin lama makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Maka muncullah Indische Partij yang sudah lama dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui aksi persnya. Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali. Baginya "tanah air api udara" (Indonesia) adalah di atas segala-galanya.
Pada masa itu pula muncul Sarekat Islam, yang pada awalnya dimaksudkan sebagai suatu perhimpunan bagi para pedagang besar maupun kecil di Solo dengan nama Sarekat Dagang Islam, untuk saling memberi bantuan dan dukungan. Tidak berapa lama, nama itu diubah oleh, antara lain, Tjokroaminoto, menjadi Sarekat Islam, yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia yang hidupnya tertindas oleh penjajahan. Sudah pasti keberadaan perkumpulan ini ditakuti orang Belanda. Munculnya gerakan yang bersifat politik semacam itu rupanya yang menyebabkan Budi Utomo agak terdesak ke belakang. Kepemimpinan perjuangan orang Indonesia diambil alih oleh Sarekat Islam dan Indische Partij karena dalam arena politik Budi Utomo memang belum berpengalaman.
Karena gerakan politik perkumpulan-perkumpulan tersebut, makna nasionalisme makin dimengerti oleh kalangan luas. Ada beberapa kasus yang memperkuat makna tersebut. Ketika Pemerintah Hindia Belanda hendak merayakan ulang tahun kemerdekaan negerinya, dengan menggunakan uang orang Indonesia sebagai bantuan kepada pemerintah yang dipungut melalui penjabat pangreh praja pribumi, misalnya, rakyat menjadi sangat marah.
Kemarahan itu mendorong Soewardi Suryaningrat (yang kemudian bernama Ki Hadjar Dewantara) untuk menulis sebuah artikel "Als ik Nederlander was" (Seandainya Saya Seorang Belanda), yang dimaksudkan sebagai suatu sindiran yang sangat pedas terhadap pihak Belanda. Tulisan itu pula yang menjebloskan dirinya bersama dua teman dan pembelanya, yaitu Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo ke penjara oleh Pemerintah Hindia Belanda (lihat: Boemi Poetera). Namun, sejak itu Budi Utomo tampil sebagai motor politik di dalam pergerakan orang-orang pribumi.
Agak berbeda dengan Goenawan Mangoenkoesoemo yang lebih mengutamakan kebudayaan dari pendidikan, Soewardi menyatakan bahwa Budi Utomo adalah manifestasi dari perjuangan nasionalisme. Menurut Soewardi, orang-orang Indonesia mengajarkan kepada bangsanya bahwa "nasionalisme Indonesia" tidaklah bersifat kultural, tetapi murni bersifat politik. Dengan demikian, nasionalisme terdapat pada orang Sumatera maupun Jawa, Sulawesi maupun Maluku.
Pendapat tersebut bertentangan dengan beberapa pendapat yang mengatakan bahwa Budi Utomo hanya mengenal nasionalisme Jawa sebagai alat untuk mempersatukan orang Jawa dengan menolak suku bangsa lain. Demikian pula Sarekat Islam juga tidak mengenal pengertian nasionalisme, tetapi hanya mempersyaratkan agama Islam agar seseorang bisa menjadi anggota. Namun, Soewardi tetap mengatakan bahwa pada hakikatnya akan segera tampak bahwa dalam perhimpunan Budi Utomo maupun Sarekat Islam, nasionalisme "Indonesia" ada dan merupakan unsur yang paling penting.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo


Read Users' Comments ( 0 )

About Miroslav Klose

Miroslav Klose, my idol, my favorite football player, i love him since I was a child when the first time I saw a football match.

Klose's Profil
Nama Lengkap : Miroslav Josef Klose
Tempat Lahir : Opole, Jerman
Tanggal Lahir : 9 Juni 1978
Kebangsaan : Jerman
Posisi : Striker
Bermain di Klub : Lazio


Miroslav Josef Klose atau yang lebih sering dikenal Miroslav Klose adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Jerman. Ia lahir pada tanggal 9 Juni 1978 di Opole, Jerman. Saat ini ia merupakan salah satu punggawa dari klub Lazio dan bermain pada posisi penyerang. Selain itu ia juga termasuk salah satu punggawa timnas Jerman.

Karir Junior:
1987–1998 : SG Blaubach-Diedelkopf

Karir Senior:
1998–1999 : FC Homburg   
1999–2001 : FC Kaiserslautern II   
1999–2004 : FC Kaiserslautern   
2004–2007 : Werder Bremen   
2007–2011 : Bayern Munich   
2011–Sekarang :    Lazio

Karir timnas:
2001–Sekarang : jerman


Kehidupan pribadi

Miro lahir di Silisia sebuah bagian dari kota Opole, Polandia 9 Juni 1978. Kedua orang tua Klose adalah atlit. Ibunya Barbara Jez adalah anggota tim nasional bola tangan Polandia yang telah bermain sebanyak 82 kali untuk timnya, ayahnya Józef Klose bermain sepak bola untuk Odra Opole dan AJ Auxerre. Selain Miroslav, mereka juga memiliki seorang anak perempuan bernama Marzena Klose yang lahir di tahun 1976. Mereka pindah dari negara komunis Polandia (saat itu) ke Perancis pada tahun 1978, tetapi kembali lagi ke Opole pada tahun 1982. Kemudian keluarga Klose pindah ke Kusel, Jerman pada tahun 1987 . Karena imigrasi yang mereka lakukan, Miroslav Klose yang saat itu berusia 9 tahun yang berada di kelas 4 harus turun ke kelas 2 untuk menyesuaikan pelajaran yang ada di Jerman diakibatkan kesenjangan bahasa yang dirasakannya. Pelajaran favoritnya ketika berada di sekolah adalah Matematika.
Klose dan istrinya Sylwia pertama bertemu di FCK Fanshop di Kaiserslautern, dimana Sylwia bekerja disana. Sylwia Purschke akhirnya berhenti dari pekerjaannya saat itu karena tidak tahan terhadap publikasi diri dan hubungannya dengan Klose dan terlalu banyak fans yang datang untuk bertanya kepadanya. Sebelum menjalin hubungan dengan Sylwia, Klose pernah menjalin hubungan asmara dengan Juliette Thiel. Klose dan Sylwia resmi menikah pada Malam Tahun Baru 2004. Lalu akhirnya dianugerahi anak kembar Luan dan Noah pada 30 Januari 2005. Klose dan Sylwia sama-sama berasal dari Polandia. Bila mereka di rumah, mereka berkomunikasi dengan bahasa Polandia. Hobi Klose adalah memancing dan bermain tenis meja. Dia mahir dalam segala jenis olahraga: bersepeda, dayung, basket, tenis, bola sepak (football), dll. Klose berbicara dalam 4 bahasa: Prancis, Polandia, Jerman, dan Inggris. Tercatat Klose pernah membintangi iklan Nike, yang membuatnya sempat sulit menggunakan seragam di tim nasional Jerman karena Die Nationalmannschaft menggunakan sponsor Adidas, saingannya. Dia juga membintangi iklan motor Kawasaki, produk elektronik Expert, Airwaves United, kampanye tim nasional Jerman wanita bersama Mercedez Benz dan kampanye minum susu untuk kesehatan.
Miroslav Klose khas dikenal dengan selebrasi "salto"-nya setiap selesai mencetak gol. Tapi cedera punggung yang dialaminya akhirnya membuatnya disarankan untuk mengurangi intensitas melakukan selebrasi salto untuk tiap golnya. Kini, untuk selebrasi gol, Klose melakukan lompatan ke arah penonton kemudian menggoyangkan tangan kanannya sambil menunjukkan ketiga jarinya (menunjukkan tiga orang yang disayanginya) lalu mencium cincin pernikahannya.
Pada tahun 1998, Klose menyelesaikan pekerjaan magangnya sebagai tukang kayu di Kaiserslautern pada usia 20 tahun, sebelum akhirnya FC Kaiserslautern yang saat itu masih memiliki kapten masa depan Jerman Michael Ballack, merekrutnya.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Miroslav_Klose


Read Users' Comments ( 1 )

Franchising (Waralaba)

1. Apa yang anda ketahui tentang Franchising ? Jelaskan.

A.Definisi Franchising (pewaralabaan)

Franchising (pewaralabaan) adalah  pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (franchisor) kepada pihak lain (franchise).  Lisensi tersebut dapat memberikan hak kepada franchise untuk menggunakan merek dagang franchisor dan seluruh elemen yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya  dengan dasar-dasar yang telah ditentukan.
Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa definisi Franchising berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan, Yang berarti suatu usaha akan  memberikan keuntungan yang istimewa.
Franchising merupakan suatu  konsep pemasaran untuk  memperluas jaringan usaha secara  cepat.  Jadi, franchising bukan suatu alternatif melainkan suatu  cara yang sama kuat, sama strategsi dengan cara konvensional untuk pengembangan usaha. Sistem franchise memiliki banyak kelebihan terutama dalam  pendanaan, SDM dan managemen, kecuali kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain.
Franchising  juga dapat di artikan sebagai hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layananFranchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee.


B.Format Bisnis Franchising
Ada 3 format bisnis Franchising, yaitu :
  • Konsep bisnis yang menyeluruh
  • Konsep permulaan dan pelatihan berdasarkan konsep franchisor
  • Proses bantuan dan bimbingan yang terus menerus
C. Jenis Fanchising (Waralaba)
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
  • Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
  • Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
D. Keuntungan Franchising (waralaba)
  • Bagi para wiraswastawan yang ingin memulai usaha baru akan mendapatkan rencana operasi bisnis dengan arah yang jelas dari pemberi franchise.
  • Penerima franchise diberikan nasihat atau sebuah lokasi usaha yang
    telah ditetapkan.
  • pemberi hak bisa mendapatkan manfaat dari ekspansi cepat dan luas tanpa meminjam
    atau menanggung resiko finansial penting.
  • tiap-tiap penerimaan  hak berdasarkan volume penjualan, organisasi keseluruhan bisa mengadakan pengiklanan besar-besaran untuk memperkuat nama franchise.
  • Penerima franchise individu dapat melakukan promosi di daerah mereka sesuai
    dengan persetujuan yang ada.
  • Mendapatkan bantuan modal
  • Profit tinggi karena telah teruji
  • Standarisasi mutu
  • Mendapatkan bantuan manajemen
E. Kekurangan Franchising
  • Menjadi Independen, terdominasi
  • Tidak mandiri
  • Kreativitas tidak berkembang
  • Rentan terhadap perubahan franchisor
F. Penyebab kegagalan Franchisor
  • Uji  coba  yang  tidak  memadai
  • Penyeleksian  Franchise  secara  sembrono
  • Pembuatan   struktur   yang  buruk
  • Franchise  kekurangan  modal
  • Franchisor  menjalankan  bisnisnya dengan   buruk 
G. Penyebab kegagalan Franchise
  • Franchise yg puas dengan dirinya sendiri
  • Franchise yg penakut
  • Franchise yg tidak mengikuti sistem
  • Franchise yg berharap terlalu  banyak
  • Franchise yg tdk memiliki bakat
  • Campur tangan dari orang lain  yang bermain curang
Langkah-langkah yang dapat diambil untuk menurunkan atau meminimalisasi
resiko investasi dalam franchising.

1. Melakukan evaluasi diri.
2. Meneliti franchise

H. Beberapa istilah dasar dalam Franchising
  • Franchise
Franchise (waralaba) adalah suatu strategi pengembangan produk, jasa atau teknologi yang saling berkerjasama secara erat antara perusahaan baik secara hukum maupun financial dan independen yaitu franchisor (pemberi waralaba) dan franchisee ( penerima waralaba).
  • Franchisor
Franchisor(pemberi waralaba) memberikan kepada franchisee hak untuk menggunakan kekayaan intelektual yang dimilik franchisor dan berkewajiban mematuhi peraturan yang berlaku.  Franchisor sebagai pemimpin perusahaan yang harus memiliki keahlian dan kompeten dan menghindari tindakan tanpa pertimbangan matang. Franchisor juga memberikan teknik secara berkesinambungan, sesuai dengan kontrak franchise tertulis.
  • Franchisee
Franchisee, dalam memberikan kontribusi keuangan/finansial, baik secara langsung dan tidak langsung, metode dan teknik komersial, prosedur, dsb.
  • Initial service
jasa-jasa pendahuluan
  • Continuing service
jasa terus-menerus
  • Initial fee
biaya keseluruhan item untk mmbuka bisnis
  • Frenchise fee
biaya yg menutupi jasa frenchisor
  • Continiung fee
biaya akan jasa frenchisor nantinya yg secara terus-menerus


I. Kriteria Franchising
  • Franchise Industrial
hubungan  yg   terjalin   antara   perusahaan manufaktur  dan  pedagang  besar
  • Franchise   generasi  pertama
hubungan   yg   terjalin   antara   perusahaan manufaktur dan pedagang eceran
  • Bisnis   Franchise  antara  pedagang besar dan pedagang eceran
  • Bisnis Franchise  antara  sesama  pedagang eceran 

2. Jelaskan tentang Franchising Lokal

A. Definisi
Franchising lokal menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan  Republik Indonesia No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba, yaitu waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki oleh pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka menyediakan dan atau penjualan barang dan jasa. Pengertian waralaba menurut PP RI No. 42 Tahun 2007 tentang waralaba, (Revisi atas PP No. 16 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba), wara laba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perorangan atau badan usaha terhadap sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti hasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

B. Contoh Franchising Lokal
1. Es Pisang Ijo
2. Hot Jeletot
3. Pecel Lele Lela
4. Ayam Goreng Fatmawati
5. Krenzy Chiken
6. Kebab Turki Baba Rafi
7. B'Crepes

C. Keuntungan dan Kekurangan Franchising Lokal

Keuntungan:
Ada kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi karena formula bisnis yang sudah terbukti di tempat. Produk, jasa, dan operasi bisnis telah ditetapkan.
Bankir biasanya melihat rantai waralaba sukses sebagai memiliki risiko lebih rendah dari standar pembayaran dan lebih mungkin untuk uang pinjaman berdasarkan premis itu.
Citra perusahaan dan brand awareness sudah diakui. Konsumen umumnya membeli barang lebih nyaman mereka akrab dengan dan bekerja dengan perusahaan yang mereka kenal dan percaya.
Perusahaan waralaba biasanya menyediakan pelatihan yang ekstensif dan dukungan untuk pewaralaba mereka dalam upaya untuk membantu mereka berhasil.
Banyak kali produk dan jasa yang diiklankan di tingkat lokal dan nasional oleh perusahaan waralaba utama. Praktek ini membantu meningkatkan penjualan untuk semua franchisee, tetapi franchisee individu tidak menyerap biaya.

Kekurangan:
Waralaba dapat mahal untuk diimplementasikan. Juga, banyak waralaba biaya royalti yang sedang berlangsung memotong ke dalam keuntungan dari franchisee.
Franchisor biasanya memerlukan franchisee untuk mengikuti manual operasi mereka untuk tee dalam rangka untuk memastikan konsistensi. Hal ini membatasi kreativitas apapun pada bagian dari franchisee.
Waralaba harus sangat baik pada arah berikut untuk menjaga citra dan tingkat layanan yang sudah ditetapkan. Jika franchisee tidak mampu menjalankan bisnis yang berkualitas atau tidak memiliki pendanaan yang tepat, ini bisa mengurangi kesuksesan.
Kadang-kadang franchisor mungkin lemah pada komitmen mereka untuk mendukung franchisee. Juga, mereka dapat membuat keputusan yang buruk yang akan memiliki efek buruk pada franchisee. Oleh karena itu, penting untuk penelitian setiap konsep waralaba secara menyeluruh sebelum menandatangani perjanjian.
Disarankan Anda menghubungi seorang konsultan waralaba untuk mendiskusikan apakah waralaba yang tepat bagi Anda. Anda dapat mengunjungi FranchiseBuyersNetwork.com dan klik pada Konsultasi Waralaba link ke memiliki konsultan waralaba lokal menghubungi Anda untuk sebuah wawancara telepon.

D. Manfaat Franchising Lokal :

      1.    Memperkecil resiko kegagalan usaha,
      2.    Menghemat waktu, tenaga, dan dana untuk proses trial dan error,
      3.    Memberi kemudahan dalam operasional usaha,
      4.    Pengunaan nama merek sudah lebih dikenal masyarakat.
E. Kiat untuk mempertahankan Franchising Lokal :
       1.   Berbicara pada konsumen,
       2.   Pemilihan lokasi yang tepat,
       3.   Menjaga pengeluaran,
       4.   Perencanaan masalah,
       5.   Analisa bisnis yang dijalankan.
sumber :   
http://laillamardianti.wordpress.com/2010/11/26/franchising/
http://agusnuramin.wordpress.com/2010/10/15/task-3/#more-317

http://sumberdaya.web.id/2011/keuntungan-dan-kerugian-memiliki-waralaba/
http://goodaspiration.wordpress.com/2012/11/23/franchising/


Read Users' Comments ( 0 )

Download Free Kertas Milimeter Block

Lagi ngerjain grafik kehabisan milimeter blok trus kebetulan diluar hujan deres? pasti males banget ya ke toko buku buat beli milimeter blok. Nih saya kasih file milimeter blok, di download aja trus di print deh. Filenya PDF yaaa, jangan lupa ukurannya A4, soalnya pas buat pake ukuran A4. Semoga bermanfaat :)


Download : Klik Disini


Read Users' Comments ( 7 )